Rechercher dans ce blog

Sunday, December 23, 2018

Kebun Raya Batam Diresmikan, Kepri Punya Destinasi Wisata Baru

Suara.com - Kebun Raya Batam (KRB) resmi dibuka, Sabtu (22/12/2018). Pembukaan Kebun Raya Batam ditandai dengan penekanan sirine serta penandatanganan prasasti. Peresmian ini sendiri menjadi satu rangkaian hari jadi Kota Batam ke-189 tahun

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, KRB menjadi atraksi baru pariwisata di Batam dan Kepulauan Riau (Kepri). Lokasi KRB juga tidak jauh dari pelabuhan di Nongsa, Batam.

"Ini akan menjadi bagian dari paket-paket wisata yang ditawarkan oleh industri. Ini juga akan menjadi bagian kami untuk terus mendukung Kementerian Pariwisata untuk meraih target 20 juta Wisman di 2019. Lokasi ini sangat layak dipublikasikan karena bukan hanya sebuah destinasi, namun juga ada unsur edukasinya,” kata Ardiwinata.

Ia menambahkan, selain destinasi pariwisata, KRB juga berfungsi untuk melindungi keanekaragaman hayati. Terutama berbagai jenis tumbuhan di pulau-pulau kecil Indonesia.

“KRB berada di kawasan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau. Sangat dekat dengan resort-resort dan pelabuhan. Sangat ideal dikunjungi wisatawan. Silahkan datang ke Kebun Raya Batam,“ tambahnya.

Acara peresmian juga ditandai juga dengan penanaman Pohon Nibun sebagai maskot KRB. Selain itu juga melakukan pelepasan 189 ekor burung merpati sebagai simbolis hari jadi Kota Batam.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Boeralimar menambahkan, ini adalah kabar gembira bagi pariwisata di Kepri. Karena semakin banyak atraksi, destinasi, akan membuat Wisman punya banyak pilihan ke Kepri.

"Seperti apa yang selalu diungkapkan oleh Menpar, berkembangnya sebuah daerah wisata karena bertumbuhnya akses, amenitas dan atraksi di daerah. Kebun Raya Batam ini adalah sebuah kabar menggembirakan untuk perkembangan pariwisata di Kepri,” papar laki-laki yang hobi menyanyi itu.

Lebih lanjut Boeralimar mengatakan, KRB memiliki sekitar 2.500 koleksi tanaman. Selain itu, ada 9.700 bibit yang belum ditanam. Sementara bibit-bibit yang sudah ditanam, antara lain 500 pohon ketapang kencana. Saat ini sudah menjadi pemandangan yang indah untuk dinikmati bersama keluarga.

Peresmian KRB dihadiri sedikitnya 3.000 orang. Terdiri dari pelajar, wisatawan dari resort-resort di Nongsa serta masyarakat sekitar.

"Kita juga harus terus menggenjot unsur branding, advertising dan selling. Saat ini kita sudah masuk tahap selling. Semua unsur harus kompak dan bersama-sama memajukan pariwisata. Saya yakin Kebun Raya Batam bisa ditawarkan kepada wisatawan. Dalam mempromosikan juga harus kita pikirkam unsur 3C. Perlunya character, competence dan collaboration. Nah, collaboration menjadi hal yang sangat penting untuk membangun Kebun Raya Batam ini,” katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia telah menaruh perhatian besar terhadap upaya-upaya konservasi sumber daya hayati. Baik secara in-situ (di habitat alaminya) maupun ex-situ (di luar habitat alami).

Keluarnya Peraturan Presiden No. 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, menjadi titik tolak penting dalam pembangunan kawasan konservasi ex-situ untuk pelestarian berbagai jenis flora endemik Indonesia.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya turut gembira dengan kabar tersebut. Menurutnya, KRB bisa menjadi produk ekowisata yang menjanjikan. Sangat mungkin bisa dijual ke Singapura dan Malaysia. Apalagi, destinasi ini bisa dicapai dalam waktu 45 menit via laut.

“Selamat atas diresmikannya Kebun Raya Batam. Harus terus dilestarikan. Pariwisata semakin dilestarikan juga semakin mensejahterakan. Harus dijaga bentang alam kita,” kata Menpar.

Menpar juga mengaku semangat untuk terus mengembangkan ekowisata. Karena itu, ia sangat mendukung hadirnya KRB di Batam. Menurutnya, ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Batam.

Kepri memiliki 2.408 pulau besar dan kecil yang bisa disinggahi wisatawan dari negeri tetangga. Belum lagi panorama alam bawah laut yang mempesona dari mulai Anambas, Pulau Abang, Pulau Petong, Pulau Hantu hingga Pulau Labun, yang menyimpan keindahan bawah laut yang indah.

"Wisatawan bisa bebas menjelajah laut yang kaya dengan terumbu karang yang langka. Kepri itu lengkap," pungkas Arief.

Baca Juga

Let's block ads! (Why?)

No comments:

Post a Comment

Search

Featured Post

Mysterious noise irking Tampa residents may be fish mating loudly: 'Pretty uncommon phenomenon' - New York Post

Residents of Tampa, Florida have reported hearing strange noises coming from the bay for years, and now scientists believe it may be fish ...

Postingan Populer