
Tercatat, Hafidz mengantongi 608 suara dari sebelumnya 128 suara. Bayu Andriyanto selama sepekan ini mengalami peningkatan tajam. Dari sebelumnya yang hanya delapan, naik ke 347 suara. Per hari ini melonjak diangka 528 suara.
Peningkatan ini, disusul Ketua Demokrat Rembang Harno dari 312, kini 512 suara. Kemudian, Zaimul Umam dari 271 menjadi 503. Peningkatan partisipasi poling pembaca Radar Kudus Jawa Pos ini, seiring dengan tingginya kegiatan para bakal calon. Terutama dari kader parpol yang dua pekan ini mendapatkan jatah blusukan di momen reses anggota DPRD. Selain itu juga, peran media hingga medsos.
Tak hanya itu, dinamika politik masih menjadi teka-teki. Semakin menambah hangatnya poling hingga akhir bulan ini. Partai yang menggelar penjaringan bakal calon pada pilkada, seperti PDIP dan PPP belum ada kejelasan soal rekomendasi siapa yang bakal diusung. Padahal, para pelamar penjaringan sudah menunggu hampir dua bulan lebih.
Kondisi belum turunnya rekomendasi ini, membuat banyak manuver para calon untuk mencari gerbong maju di pilkada nanti. Atau sebaliknya, membuat mereka tak berdaya sebelum berperang, lantaran tak punya kendaraan politik.
Rekom dari PPP dan PDIP bisa saja menjadi ”senjata” ampuh dua partai ini. Disaat kondisi jalur perorangan telah ditutup KPU Rembang pada Minggu (24/2) pukul 24.00. Jika itu terjadi, tentu kemenangan akan jatuh pada PPP yang telah jauh-jauh hari telah mengusung calon bupati tunggal Abdul Hafidz.
Tentu PPP akan sangat diuntungkan. Sebab, mereka akan bebas memilih calon pendamping Hafidz sekaligus memilih calon partai koalisi. Mengingat mereka telah memilik 11 kursi di dewan, sehingga bisa mengusung calon sendiri.
Sementara PDIP juga memilik nilai tawar yang bagus. Sebab, mereka sudah menyiapkan figur dari hasil penjaringan. Dengan memiliki empat kursi di DPRD, mereka siap diajak koalisi partai apa saja dan digandeng figur siapa saja. Bahkan, bisa jadi kendaraan bagi siapa saja.
Dengan rekom ini, juga akan menjadi penentu pasangan calon yang bakal maju. Ini jika PPP dan Nasdem tak lagi berkoalisi. Tentu mereka akan ”perang terbuka” dengan figur andalan yang mereka miliki. Terlebih dalam poling, calon dari kedua partai (PPP dan Nasdem) ini hanya bersaing tipis. Keduanya memiliki peluang yang sama-sama kuat.
Sementara kandidit calon dari partai lain, seperti PKB hingga kemarin tak juga memiliki calon yang bakal mereka usung. Tak seperti Demokrat yang telah resmi mengusung ketua DPC-nya, Harno pada pilkada ini.
Banyak pihak ingin calon pada pilkada nanti lebih dari satu. Ada juga yang ingin hanya calon tunggal. Dua keinginan masyarakat ini, kemungkinan akan bisa terjawab jika rekom PPP turun. Sebab, diakui atau tidak, Nasdem dengan tujuh kursi dan memiliki Wakil Bupati Bayu Andriyanto dan PPP yang memiliki Abdul Hafidz bupati, saat ini masih terlalu kuat untuk ditaklukan. Namun semua kembali pada masyarakat Kota Garam. Khusunya pembaca koran ini.
(ks/ali/top/JPR)
"suara" - Google Berita
February 26, 2020 at 10:12AM
https://ift.tt/32qYwVm
Suara Hafidz-Bayu Masih Kuat - Jawa Pos
"suara" - Google Berita
https://ift.tt/2QI8pbK
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment